Sabtu, 28 Februari 2015

Bupati Ponorogo Kutha Wetan

PANEMBAHAN AGUNG

Seusai Bhatara Katong surut, tahta Ponorogo di serahkan kepada putranya Pangeran Panembahan Agung. Di ceritakan Ponorogo di bawah pemerintahan Panembahan Agung semakin turun wibawanya, karena budi pekerti Panembahan agung berbanding terbalik dengan Ayahnya. Banyak pemberontakan di daerah2. Bahkn kademangan Suruhkebeng di bawah pimpinan Surahandoko putra dari ki Ageng kutu-pun memberontak guna membalaskan dendam ayahnya.
Pemberontakan ini berhasil diredam, meskipun Bhatara Katong sudah tiada kekuatan Ponorogo masih berada di dalam lindungan Suramenggolo. Saudara Surahandoko yang menjadi pengawal pribadi Bhatara Katong dan di beri kedudukan di Kertosari.

PANGERAN DODOL

Pangeran Dodol adalah cucu Bhatara Katong putra dari Panembahan Agung yang menggantikan tahtanya. Di masa ini Ponorogo tidak mengalami perubahan nasib seperti halnya di jaman Panembahan agung, wibawa dan keadaan ponorogo semakin mundur.
Pangeran dodol memerintah bersama putra Patih Selo Aji. Yang di kenal dengan nama Kyai Wurat


PANGERAN SEDAKARYA

Titik terang keadaan ponorogo mulai mendapatkan cahanya kembali di generasi ke 4 Bhatara Katong atau cucu buyutnya. Pangeran Sedakarya, ia adlah sosok bijaksana, pekerja keras dan seorang agamawan yang taat, karena perbawanya rakyatpun menjadi tunduk, ia tidak segan untuk turun ke pelosok2 desa melihat rakyatnya, tidak mahal akan ilmu. Rakyat di ajari cara bertani yang benar. Karena malu pada junjungannya yang seorang pekerja keras, rakyatput juga menjadi giat bekerja. Sehingga roda perekonmian pun kembali berputar normal. Kemajuan dan kemakmuran rakyat pelan2 mulai tertata kembali.

Selain hobinya blusukan melihat rakyatnya, Adipati sedakaryajuga memiliki kesenangan akan mendekatkan diri pada tuhan, menyepi di tempat2 angker, tempat yang di anggap wingit dan sejenisnya. Beliau juga suka menyepi di makam kakek buyutnya, Bhatara Katong.

Suatu ketika saat hening di makam Bhatara katong, beliau mendapatkan wangsit dan di beri pesan, unuk membuatkan keratin leluhurnya. Mencari silsilah pendahulunya. Seusai lengser dari sanggar makam, beliau segera memerintahkan abdi dalem beserta rakyatnya, untuk membangun Makam Bhatara Katong dan para leluhurnya yang telah meninggal.

Makam Bhatara katong berada di dalam sebuah cerukan bekas sungai, yang di sebut KEDHUNG SENTUL, konn lokasi ini adalah lokasi tempat dimana Bhatara katong meninggal, dahulunya adalah tempat wudhu Bhatara Katong. Makam ini di bentuk dengan gaya “dhapur limas tanpa sungsun”. Yang di atas ada mahkotanya.

Pekerjanya di datangkan dari Demak, Pengukirnya dari Jepara. Kayunya dari kayu jati, di bangun tanpa di haluskan, hanya di ratakan denagn kapak. Di tengah pembangunan yang berjalan tiba2  Adipati Seda Karya sakit, tanpa bisa di obati dan akhirnyameninggal. Mungkin inilah sebutan kenapa beliau di panggil dengan nama Adipati Seda Karya, Seda=meninggla, Karya=Bekerja. Adipati yang meninggal saat bekerja.

1 komentar:

  1. Daihatsu Madiun : 0821 4030 4000
    daihatsumadiun.net

    Daihatsu SIGRA 1000cc dan 1200cc. 3baris-7penumpang dewasa, AC Double,Airbag,Immobilizer,Velg Racing

    Mesin teknologi baru, 1200cc Dual vvt-i 4 silinder
    Velg racing 14inch
    AC double
    Power Window
    Power Steering
    Wiper belakang
    Sensor parkir
    2 DIN Audio + speaker(4)
    Immobilizer
    Central lock + Alarm
    Eco Indicator
    Talang air
    Spoiler belakang
    Dual Airbag
    Grill Chrome
    Spion elektrik + lampu sein
    Foglamp
    Stabiliser belakang
    Headrest bangku baris kedua
    Sensor parkir depan

    BalasHapus